Sunday, 22 March 2015

Jenis-jenis Artikel

Untuk mempermudah dalam membuat artikel disini saya akan menjelaskan jenis-jenis artikel berdasarkan tingkat kesulitan dan cara penyampaiannya. Jenis artikel dibagi menjadi 4, yaitu :
  1. Artikel Praktis
  2. Artikel Ringan
  3. Artikel Halaman Opini
  4. Artikel Analisis Ahli
Dari ke-empat jenis tersebut cara menyampaikan dan membuatnya membutuhkan cara yang berbeda pula. untuk lebih jelasnya akan saya bahas satu-persatu.


Artikel Praktis

Jika anda perhatikan dan mengunjugi situs wikihow penulisan yang digunakan adalah penulisan artikel praktis, yaitu artikel yang berupa petunjuk, langkah-langkah, tutorial yang lebih menitikberatkan pada keterampilan dalam mengerjakan sesuatu hal daripada pengembangan pengetahuan atau analisis masalah.


Artikel Ringan

Jenis artikel ini ditulis dengan mengangkat masalah-masalah yang tidak memerlukan pemahaman yang mendalam ( Disajikan secara ringan ). Contohnya dapat ditemukan pada rubrik remaja, majalah dan surat kabar.


Artikel Halaman Opini

Berbicara mengenai opini, pada dasarnya artikel adalah opini, yang membedakan hanyalah artikel halaman opini ini memang sengaja ditulis dan ditempatkan pada bagian khusus yang terdapat dalam surat kabar, majalah.


Artikel Analisis Ahli

Jika dibandingkan dengan artikel halaman opini, analisis ahli lebih berat lagi.

Friday, 13 March 2015

Contoh Artikel Tentang Motivasi

Persoalan usaha kecil, baik industri kecil maupun usaha dagan kecil, merupakan masalah yang seolah-olah tidak ada habisnya dan terkadang masalahnya menyangkut yant itu-itu saja. oleh sebab itu artikel tentang motivasi ini dibut.

Ternyata dugaan itu meleset. perusahaan-perusahaan motivasi industri kecil sekedar contoh ternyata yang bisas menjadi ilustrasi. Ynag menjadi pertanyaan adalah mengapa setelah didorong. dibantu, diberitahu fasislitas kemudahan ( termasuk sedikit) Pada awalnya, membantu usaha-usaha untuk di motivasi.

Memberikan Motivasi 

Hasil pengaruh atau memperlihatkan pengaruh-pengaruh dapat memberikan motivasi kepada orang lain . Sampai dimana jauhnya tertgantung pula  pada kekuatan dan daya cipta pribadi pengarang. Pikiran-pikiran dunia dan mengumpulkan bahan-bahan motivasi atas kejadian dan rangka cerita, Syarat yang paling aman dan tegas ialah keaslian dalam pengucapan saja dalam bentuk juga dalam isi.
Disamping ungkapan-ungkapan motivasi yang maknanya, dari perilakunya selam ini tampak bahwa dia benar-benar bertobat selalu bertalian dengan akan. Kalau diganti dengan kata pada atau kepada diasakan kurang baik. Oleh karena itu motivasi semacam itu juga harus dipelajari sepertinya halnya mempelajari kata kata motivasi diri.

Wednesday, 11 February 2015

Macam-macam Jenis Karangan

Karangan adalah sebuah wacana yang mandiri dan bulat, tidak mempersoalkan panjak dan pendeknya. jadi, karangan berbentuk buku terdiri dari bab-bab, ada karangan yang tidak dipilah-pilah atas bab-bab tetap atas judul-judul yang lebih kecil, dan ada karangan yang hanya terdiri dari beberapa halaman. 

Berdasarkan tujuan umum, wacana yang lengkap (karangan) dapat dibedakan atas argumentasi, eksposisi, persuasi, deskripsi, dan narasi. Berikut ini macam-macam karangan yang digolongkan berdasarkan jenis, sifat dan isi.

Argumentasi
Karangan argumentasi bersifat ilmiah/nonofikis yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca diyakinkan mengenai kebenaran itu.

Eksposisi
Merupakan jenis karangan ilmiah/nonfiksi yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan pembaca.

Persuasi
Jenis karangan ilmiah yang menggunakan pendekatan psikologis yang merupakan penyimpangan dari argumentasi karena mengadakan pendekatan logis. Fakta dipakai secukupnya.

Deskripsi
Karangan ini bersifat fikis (nonilmiah) isinya menggambarkan sebuah objek sedemikian rupa sehingga pembaca merasa seolah-olah melihat objek itu.

Narasi
Nonilihan/fiksi yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca merasa seolah-olah melihat sendiri peristiwa atau kejadian itu. 

Sunday, 8 February 2015

Kalimat Baku dalam Bahasa Indonesia

Kalimat baku adalah kalimat yang mengandung unsur-unsur standar kebahasaan, baik pilihan kata-katanya, struktur morfologisnya, ejaannya, dan sturuktur kalimatnya seperti yang diisyaratkan dalam bahasa standar bahasa indonesia. Untuk ketiga aspek pertama pedoman yang digunakan dalam menentukan kalimat baku adalah kamus standar ( Kamus Umum Bahasa Indonesia dan Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Perhatikan kalimat-kalimat berikut yang dikutip dari pelbagai sumber pemakaian! mana yang standar dan mana yang tidak standar? Jika terdapat kesalahan, perbaikilah kalimat tersebut!
  1. Manfaat pertama sebagai imbasan ilmu pengetahuan ialah bahwa kita akan lebih wajar dan lebih tepat memandang dan mendekati setiap masalah yang kita hadapi.
  2. Lewat penelitian ini, penulis berusaha mengupas kesemua persoalan dalam berbagai variasi.
  3. Adalah suatu tindakan yang kurang moral, jika perbankan tetap bertahan pada suku bunga kredit yang sangat tinggi, sedangkan wajib membayar bunga deposito yang rendah.
  4. Sebelumnya orang menanyakan : apa yang bisa dilakukan Gerakan Nonblok bila tak ada lagi pertarungan dua gajah adikuasa didunia.
  5. Apabila ada dua gajah bertarung, rumput-rumput pun ikut menderita.
  6. Pihak perbankan hendaknya lebih memberi perhatian daripada golongan ekonomi lemah yang tersebar dipedesaan.
  7. Perumka harus mampu meningkatkan kecepatan kereta api di masa mendatang, kalau ingin meningkatkan pelayanannya.
Nah, silahkah pelajari dengan seksama mana yang kalimat baku dan yang bukan dari 7 point tersebut.

Tuesday, 20 January 2015

Data dan Fakta dalam Mengarang

Dalam karangan-mengarang, proses penalaran memegang peranan yang sangat menentukan. Data atau fakta dikaitkan satu sama lain untuk menurunkan kesimpulan. Salah satu corak berpikir yang biasa digunakan adalah induksi. Induksi bertolak dari hal-hal yang khusus untuk menurunkan kesimpulan. Dua corak induksi adalah induksi yang menurunkan hubungan sebab-akibat (kausal) dan induksi yang menghasilkan suatu kesimpulan umum ( generalisasi). 

Misalnya :
Fakta : Andi terlambat masuk sekolah. Anda mencari sebabnya oleh karena itu, dibuat kalimat sebab-akibat : Adi terlambat masuk sekolah, karena bus yang ditumpanginya mogok. atau sesudah ujian Ebtanas, setiap siswa disekolahmu, mendapat angka yang berkisar antara 8 dan 10. Dari fakta-fakta itu, dapat diturunkan kesimpulan semua siswa sekolah kami lulus dengan nilai yang terbaik.